Istana Siap ‘Lawan’ Demo BBM

Di Kantor Presiden SBY, menumpuk poster kampanye kenaikan harga BBM.

VIVAnews – Istana Merdeka dikepung demonstran, Rabu 21 Maret 2012. Ribuan orang itu meminta pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak.

Menanggapi aksi ini, pihak Istana mengaku sepenuhnya sadar kebijakan menaikkan harga BBM akan mendapatkan resistensi dari masyarakat. Namun, pemerintah tetap menilai kenaikan harga BBM bersubsidi harus ditempuh untuk menyelamatkan anggaran negara.

“Alasannya sudah disampaikan berkali-kali. Memang sekarang harus lebih intensif disampaikan, agar alasan kenaikan BBM bisa diterima,” ujar Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha di Kantor Presiden, Jakarta.

Menurut Julian, siapapun boleh melakukan demonstrasi, asal dilaksanakan dalam koridor demokrasi dan mematuhi hukum yang berlaku. “Tidak ada gunanya melakukan aksi anarkis, apalagi sampai yang sifatnya merusak. Bahwa ada aksi unjuk rasa, protes, itu adalah hal yang wajar dan bisa diterima dalam demokrasi kita,” ujarnya.

Pemerintah tampaknya serius mengampanyekan kenaikan harga BBM itu. Tak kalah dengan para demonstran, pemerintah telah menyiapkan tumpukan poster kampanye kenaikan harga BBM itu. Pantauan VIVAnews di dalam kantor presiden, tampak bertumpuk poster ukuran A3 berisi alasan kenaikan harga BBM.

Poster itu tampak menumpuk di sebuah meja di sampaing ruang konferensi pers. Usai presiden memberikan pengantar dalam rapat kabinet, seorang petugas membagikan poster itu pada wartawan yang meliput.

Bagian atas poster itu bergambar dua roket meluncur, mengapit judul “Harga Minyak Dunia Meroket”. Sementara di bagian sub judul bertuliskan “Saat Ini Menembus 106,67 US$ per barel”. Pada poster itu juga dituliskan dua pilihan pemerintah, yaitu menyelamatkan ekonomi nasional atau membiarkannya.

Pilihan jatuh pada penyelamatan ekonomi nasional. Caranya menaikkan harga BBM. Rincian alasannya sebagai berikut:
1. Tetapi harga BBM dinaikkan jadi Rp 6.000/liter dan mengurangi anggaran kementerian/ lembaga.
2. Sehingga beban APBN berkurang.
3. Subsidi tak membengkak jadi Rp230,43 triliun dari Rp168,55 triliun dan tepat sasaran.

Poster itu juga dilengkapi foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sedang menyerahkan sebuah bingkisan kepada seorang wanita.

Foto itu merupakan ilustrasi kompensasi yang diberikan pemerintah atas kebijakan yang tidak populis itu. Rinciannya:
1. BLSM Rp 150.000/bulan/KK selama 9 bulan.
2. Penambahan raskin menjadi 14 bulan.
3. Insentif pengelolaan transportasi Rp 5 trilyun.
4. Beasiswa untuk siswa miskin Rp 5,9 trilyun.
5. Pasar murah rakyat.

Grafik perbandingan harga BBM di sejumlah negara dalam satuan rupiah juga melengkapi poster itu. Dalam grafik, harga premium di Vietnam Rp 7.759/ liter. Terakhir, terdapat peringatan berbunyi: “Waspada! Rakyat miskin mau dibantu kok masih ada saja yang menentang?” Kemudian, ada nomor pengaduan  SMS 9949 dan PO Box 9949 JKT 1000.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s