Saat Buruh Kepung Istana Tolak BBM Naik

Aksi unjuk rasa meramaikan Jakarta. Istana pun dikepung massa.

VIVAnews – Sejumlah aksi unjuk rasa meramaikan Jakarta, Rabu 21 Maret 2012. Mereka menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang rencananya berlaku awal April mendatang.

Aksi serentak dimulai pukul 10.00 WIB hingga sore. Data Traffic Management Center Polda Metro Jaya menunjukkan ribuan buruh mengepung tiga lokasi yang kerap dijadikan tempat demonstrasi yaitu: Bundaran HI, Istana Negara, dan DPR RI. Ribuan orang berjalan kaki dan menaiki kendaraan menuju tempat unjuk rasa. Menjelang siang mereka semua berkumpul di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Berdasarkan pantauan VIVAnews, jalan di depan gerbang Istana Negara, tampak dipagari oleh kawat berduri. Aparat kepolisian bersiaga di depan lengkap dengan rompi dan senapan. Dua sampai tiga water canon disiapkan di lokasi aksi.

Sempat terjadi dorong-mendorong antara polisi dan buruh pendemo ketika massa sedang berjalan menuju Istana dari arah Jalan Merdeka Barat. Hal ini menyebabkan beberapa polisi yang berada di dalam lingkungan Istana, ikut keluar.

Salah satu orator dari Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia menyatakan, apabila pemerintah tetap menaikkan harga BBM, maka mereka akan menyerukan kepada seluruh buruh Indonesia untuk melakukan aksi mogok berskala nasional. Unjuk rasa ini merupakan awal dari demo besar-besaran yang akan yang mereka lakukan hingga pemerintah menentukan sikap.

Menurut Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal, penolakan harus dilakukan karena kenaikan harga BBM berdampak pada turunnya daya beli.

Dia mengungkapkan dengan adanya kenaikan harga BBM, maka kenaikan riil upah minium regional (UMR) hanya menjadi 5 persen. “Kalau kemarin saja buruh menutup jalan tol untuk melawan upah minimum buruh yang digugat ke PTUN oleh Apindo, apalagi kenaikan harga BBM. Sebab itu membuat upah buruh semakin turun,” ujarnya.

Untuk mengawal aksi buruh ini, kepolisian menerjunkan sekitar 4.000 personel. Polisi memusatkan massa pendemo di depan gerbang Monas yang terletak di seberang Istana Merdeka. Lalu-lintas di sekitar lokasi aksi pun tersendat di lapangan silang Monas.

“Mereka melakukan aksi sudah membuat surat pemberitahuan, semua sudah kami persiapkan, baik dari rute yang kemungkinan dilalui para demonstan dan lain sebagainya,” kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Untung S Rajab.

Selain mengamankan Istana Merdeka, petugas juga menjaga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) karena dikhawatirkan menjadi sasaran pengunjuk rasa.

Jalannya aksi ini juga sempat membuat akses jalan di sekitar lokasi tidak bisa dilewati. Petugas Traffic Management Center (TMC), Aiptu Kasno, mengingatkan kepada seluruh pengguna jalan untuk sementara waktu tidak melintasi ruas yang dijadikan tempat unjuk rasa. Pengendara diminta menghindari Jalan Gatot Subroto, Jalan Medan Merdeka Utara, Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudriman.

Pengguna jalan yang melintasi wilayah Jakarta Utara, untuk sementara waktu menghindari Jalan Yos Sudarso tempat Gedung Walikota Jakarta Utara berada. Karena, sejumlah pengunjuk rasa telah berkumpul di kawasan Tanjung Priok untuk bergerak ke arah Walikota Jakarta Utara.

TMC juga memberi sejumlah jalan alternatif. Antara lain bagi pengendara yang hendak melewati kawasan Bundaran HI dari kawasan Gajah Mada sebaiknya mengambil jalan lain seperti melalui Tanah Abang, Tomang ataupun Harmoni.

Di Ciputat, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa UIN Jakarta, memblokir Jalan Raya Juanda dengan tidur di jalan.

Mereka merebahkan badan di jalan selama sekitar 5 menit. Meski sebentar, akibat yang ditimbulkan tak bisa dianggap sepele. Laju kendaraan dari arah Ciputat menuju Lebak Bulus langsung terhambat. Terjadi kemacetan sekitar 3 kilometer.

Dalam orasinya, mahasiswa menolak keras kenaikan harga BBM dan mendesak pemerintah mencabut Undang-undang No 22 tahun 2001 tentang Migas. Mahasiswa menilai pemerintah telah menempuh jalan tol liberalisasi sektor migas.

Partai Menolak

Penolakan kenaikan harga BBM tidak hanya terjadi di jalan. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan tak setuju dengan rencana pemerintah itu. PKS sebagai partai koalisi sudah mengirim surat ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait sikap tersebut.

“Kami sudah kirim surat ke presiden, harusnya sudah sampai 3 atau 4 hari lalu,” kata Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta di Gedung DPR. Menurut Anis, dalam surat itu, PKS memberikan sejumlah opsi kepada pemerintah terkait harga BBM. Yang jelas, kata dia, dalam opsi itu, PKS tak merekomendasi kenaikan harga BBM.

PKS juga menyoroti rencana pemberian kompensasi setelah kenaikan harga tersebut. PKS juga tak setuju dengan langkah ini. “Kalau kita menaikkan harga BBM, lalu membuat kompensasi, itu artinya hanya pindah kantong kanan ke kantong kiri,” kata Anis.

“Lebih bagus tidak menaikkan dan tidak perlu ada kompensasi. Jadi secara fiskal menurut kami masih bisa untuk menaikkan.”

Anis menambahkan, untuk mengurangi beban APBN, pemerintah bisa menghemat pengeluaran. Pemerintah harus menghemat belanja pegawai.

Selain itu, serapan anggaran harus dimaksimalkan. Selama ini, kata dia, serapan anggaran masih sangat rendah, sehingga kebanyakan dana hasil utang tidak terpakai. “Ini jadi gangguan dalam fiskal karena ada beban bunga, uangnya juga tidak dipakai,” kata Anis.

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyatakan ada tiga pilihan yang bisa ditempuh terkait dengan harga bahan bakar minyak (BBM) yakni pembatasan subsidi, menaikkan BBM dan tidak ada kenaikan. Dan PDIP memilih untuk menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Penolakan juga datang dari Partai Hanura. Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto bersikukuh menolak kenaikan harga BBM. “Kami konsisten menolak karena kami membawa suara rakyat. Kalau rakyat menolak, masak kami mengamini,” ujar Wiranto.

Ia pun berpendapat, sebetulnya masih banyak cara untuk mendongkrak APBN selain mengurangi subsidi BBM dengan menaikkan harga BBM. “Apalagi banyak masyarakat yang tak sependapat dengan kebijakan itu. Demo di banyak tempat tidak bisa dinafikan begitu saja oleh pemerintah,” kata Wiranto.

Sedangkan Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menilai pemerintah perlu membatalkan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak. Karena masyarakat miskin akan merasakan beban yang berat akibat kenaikan harga BBM tersebut.

“Pemerintah selalu hanya menyampaikan bahwa beban APBN sangat berat akibat menanggung besarnya susbsidi. Kemudian dikatakan bahwa subsidi itu selama ini tidak mencapai sasaran,” ujar Muzani dalam perbincangan.

Padahal, menurut Muzani, pemerintah juga tak bisa membantah sebagian besar yang menikmati subsidi BBM tersebut adalah masyarakat menengah bawah.

Alasan BBM Naik

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam beberapa kesempatan menegaskan bahwa menaikkan harga BBM memang bukan keputusan yang mudah. Kenaikan itu terpaksa dilakukan karena harga minyak dunia terus meningkat dan beban anggaran kian berat.

Usai pertemuan di Cikeas dengan sejumlah pemimpin partai koalisi di Cikeas 14 Maret, SBY menegaskan bahwa siapa pun presidennya pasti akan menaikkan harga BBM, karena memang cara lain sudah susah.

“Banyak yang tidak lengkap. Seolah-olah ini hanya permasalahan fiskal, hanya APBN,” kata SBY. “Meskipun sehatnya APBN penting bagi perekonomian nasional dan pertumbuhan ekonomi,” kata SBY.

SBY menegaskan bahwa pemerintah ingin APBN yang sehat dan tepat sasaran. Karena itu, rencana kenaikan BBM pun dinilai sebagai penyesuaian.  Namun, pemerintah memahami kebijakan ini berdampak terhadap hajat hidup orang banyak.

“Manakala APBN-P disesuaikan, lantas diperlukan penyesuaian harga BBM. Tapi ini akan berdampak bagi masyarakat luas,” ucapnya.

Karena itu, pemerintah pun sudah menyiapkan antisipasi, terutama dampak sosial dari kenaikan harga BBM.

“Koalisi sangat peduli termasuk dampak perekonomian global dan perekonomian kita. Kami sangat peduli, dan kami bahas bantuan perlindungan sosial seperti apa yang bisa kami berikan secara tepat,” ucap SBY.(eh)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s